Berita Halo Pertanian Halo Tips

GPS Tracking System solusi awasi pemanfaatan dan persebaran pada Alsintan

GPS Tracking System solusi awasi pemanfaatan dan persebaran pada Alsintan

Halotani.com – Alat dan mesin pertanian (Alsintan) merupakan teknologi yang sangat dibutuhkan di era modernisasi pertanian seperti sekarang. Penggunaan Alsintan dapat membantu memudahkan pekerjaan para petani dalam dunia pertanian.

Peran Alsintan menjadi sangat penting dalam pertanian karena tenaga kerja dalam sektor pertanian yang semakin berkurang. Terlebih lagi minat generasi muda sekarang yang enggan terjun ke sektor pertanian sehingga membuat upah tenaga kerja menjadi mahal.

Menurut data Kementrian Pertanian, melalui ditjen PSP, Jumlah bantuan Alsintan yang telah disalurkan kepada petani  sebanyak 423.197 unit. Tahun 2014 sejumlah 23.401 unit, tahun 2015 62.744 unit dan tahun 2016 meningkat tiga kali lipat menjadi 174.487 unit. Kemudian pada tahun 2017 disalurkan sebanyak 92.256 unit dan tahun 2018 sejumlah 70.309 unit. Namun dengan jumlah Alsintan sebnyak itu, pemerintah masih memantau secara manual sehingga tidak maksimal.

Menurut Sarwo Edhy selaku Direktur Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), pihaknya telah menyiapkan teknologi baru dalam hal monitoring kinerja Alsintan agar dapat terpantau secara optimal yaitu dengan menggunakan GPS Tracking System.

Alsintan Traktor roda 4 /TR4

Alat ini akan dipasang pada Alsintan yang telah disalurkan ke Kelompok tani (Poktan) dan Gabungan kelompok tani (Gapoktan) agar dapat dilacak dan bisa terpantau secara real time sesuai nomor registrasi dan alokasi wilayah penempatannya. Pemasangan alat ini juga sebagai ‘barang modal’ yang harus dikonsolidasi pemanfaatannya dan dapat dikembangkan sebagai modal usaha untuk mengembangkan usaha pelayanan jasa alsintan (UPJA)

Cara kerja GPS Tracking System pada Alsintan ini yaitu sesuai nomor registrasi dan alokasi wilayah yang sudah terdata di software, misalnya ke suatu wilayah dan akan terpantau dari nomor urut sesuai jumlah alokasi alsintan dan terpantau kinerjanya setiap waktu secara real time. Dari nomor registrasi akan terpantau mati atau hidup mesinnya, dan meskipun mesin hidup apakah stationer (diam) atau di pakai untuk bekerja semuanya akan terpantau. Selain itu luasan lahan yang dikerjakan juga akan terpantau karena ada rumus untuk kinerja setiap Alsintan.

Ditjen PSP menetapkan standar kapasitas kinerja Alsintan per hari yaitu, traktor roda dua (TR2) sekitar 0,3 Ha , traktor roda 4 (TR4) seluas 2 ha , Combine harvester kecil (CHK) 0,6 ha, Combine Harvester sedang 1,2 ha dan Combine Harvester besar seluas 2 ha.

Agar penggunaan alat pertanian modern ini dapat terlaksana dengan baik, pihak kementan akan  mendorong daerah untuk mengadakan pelatihan mengingat masih banyak petani yang belum maksimal dalam pengoperasian Alsintan. Harapannya dapat tercipta modernisasi pertanian yang baik dan terukur.

Tinggalkan Balasan