Halo Tips Ragam Manfaat

Si cantik penangkal hama

Manfaat tanaman refugia untuk pertanian

halotani.com – Salah satu cara pengendalian hama yang ramah lingkungan dan memiliki banyak manfaat yaitu dikenal dengan istilah Refugia. Refugia adalah pengendalian hama tanaman padi dan beberapa tanaman lain dengan memanfaatkan tanaman hias ataupun bunga-bungaan. Teknik ini dinilai lebih ekonomis dan ramah lingkungan juga tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh karena tidak menggunakan bahan kimia.

Hama identik dengan hewan pengganggu ataupun serangga pengganggu. Suatu hewan dapat disebut hama jika menyebabkan kerusakan pada ekosistem alami atau menjadi agen penyebaran penyakit dalam habitat manusia. Dalam pertanian, hama tanaman adalah organisme penggangu tanaman yang menimbulkan kerugian baik fisik hingga ekonomi. Dalam hal ini para petani menganggap bahwa semua serangga adalah hama yang padahal tidak demikian.

Hama merupakan musuh bagi petani karena merusak tanaman dan menurunkan produktivitas lahan sehingga menimbulkan kerugian bagi petani.

Banyak cara dilakukan agar hama bisa dibasmi. Salah satunya dengan cara instan yaitu menggunakan pestisida ataupun insektisida. Dengan racun tersebut petani berharap pertumbuhan hama bisa dikendalikan. Namun, meskipun banyak hama yang terbunuh hama baru tetap bermunculan.

Pembasmian hama hampir tidak mungkin bisa dilakukan. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut diperlukan PHT (Pengendalian hama terpadu). Artinya, hama dikendalikan guna meminimalisir kerusakan pada tanaman dan juga untuk menurunkan resiko kerugian petani karena hama tidak mungkin bisa dibasmi secara habis.

Teknik Refugia adalah teknik yang memanfaatkan musuh alami. Musuh alami dibagi menjadi 3 golongan yakni golongan parasitoid, predator dan patogen serangga (entomo patogenik).

Tumbuhan bunga refugia dinilai efektif mengurangi dan mencegah berbagai jenis hama yang menyerang tanaman pertanian seperti padi,jagung, cabai dan sayur-sayuran.

Berbagai jenis tumbuhan berbunga (refugia) yang dianjurkan ditanam disekitar lahan pertanian yaitu :

  • Caisin liar (Rorhipa indica)
  • Kacang tanah liar (Arachis pinktui)
  • Kemangi
  • Bunga matahari (Helianthus annus L.)
  • Bunga kertas
  • Terung
  • Rumput sudan
  • Bunga kenikir dan lain-lain,

Jenis tanaman yang dianjurkan ditanam di tepian jalan di luar lahan pertanian yaitu :

  • Teprosia
  • Kaliandra
  • Kipait
  • Lamtoro dan lain-lain,

Refugia bekerja atau tumbuh sebagai tumbuhan yang ada di sekitar tanaman yang dibudidayakan, yang berpotensi sebagai mikrohabitat bagi musush alami baik predator maupun parasit tentunya agar pelestarian musuh alami tercipta dan terlaksana dengan baik.  Selain itu tanaman refugia juga berperan sebagi sumber nektar dan polen.

Musuh alami baik parasitoid dan predator yang memanfaatkan nektar dan polen tumbuhan tersebut akan meningkat dan dampaknya populasi hama tanaman dapat ditekan sampai batas keseimbangan umum.

pemanfaatan Refugia ini tentunya dapat menjaga kestabilan ekosistem sesuai dengan cara yang dianjurkan dalam UU No.2 Tahun 2012 yakni Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Komponen utama PHT adalah pengendalian hayati yang salah satu tekniknya adalah konservasi musuh alami.

Tinggalkan Balasan