Budidaya Halo Perikanan Halo Tips

Meminimalisir kematian lele pada awal tebar

Tips mengatasi kematian pada awal tebar bibit ikan lele

halotani.com – Budidaya ikan merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan, bisa hanya sekedar hobi, hiburan atau ada juga yang menjadikannya sebagi bisnis yang menghasilkan. Budidaya ikan lele merupakan hal yang banyak ditekuni masyarakat khususnya di Indonesia. Selain karena pemeliharaannya yang mudah dan masa panen yang cenderung cepat.

Namun faktanya dalam membudidayakan ikan lele banyak kendala dan hambatan yang dialami oleh peternak lele hingga bersifat merugikan karena hasilnya tidak optimal.

Beberapa permasalahan dalam budidaya lele yang sering diabaikan dan dianggap sepele yaitu kematian pada awal atau beberapa hari setelah tebar bibit lele ke kolam. Padahal jika dibiarkan hal ini bisa mempengaruhi produktivitas jika tidak segera di atasi.

Setidaknya ada 3 permasalahan yang sering di abaikan pada peternak lele pemula yaitu,

  • Kondisi suhu kolam yang panas, hal ini menyebabkan lendir pada lele akan mengelupas, kemudian mulut dan ekor lele menjadi berwarna merah mengambang dan mati. Pemberian pakan berlebih juga ternyata penyebab masalah kematian pada bibit lele, karena pembusukan bahan pakan organik dan unorganik yang tidak terurai menimbulkan gas amoniak sehingga lele akan naik ke permukaan setelah itu mati.
  • Intensitas hujan yang tinggi, hal ini mempengaruhi ph air kolam menjadi turun dan menyebabkan nafsu makan lele menjadi berkurang dan mati.
  • Pada awal penebaran, jika ditemukan bibit lele mati dibawah 5 ekor perharinya masih dikatakan wajar , namun jika sudah lebih dari 4 hari masih ditemukan bibit lele mati lebih dari 5 ekor bisa dipastikan dipicu oleh tiga faktor diatas.

Beberapa solusi yang bisa diterapkan dari permasalahan kematian bibit lele yaitu,

  • Menebar bibit pada pagi atau sore hari

Tebarkan bibit lele pada pagi ataupun sore hari di kolam yang sudah disiapkan, karena pada waktu ini lele cenderung lebih tenang. Sebelum di tebar, terlebih dahulu bibit lele di kenalkan dengan air yang ada dikolam agar bisa menyesuaikan kondisi air kolam, diamkan pada bak/ember kurang lebih 10 -20 menit.

  • Kolam terlebih dahulu sudah di endapkan dalam jangka waktu 7-10 hari

Sebelum di tebar bibit lele, diamkan kolam dan di beri probiotik agar pakan alami atau plankton tumbuh pada kolam. Dan pada hari pertama tebar bibit jangan terlebih dahulu diberi pakan, biarkan lele beradaptasi dengan kolam dan memakan pakan alami yang ada di kolam, kemudian seiring pergantian hari beri pakan dan ditambah porsinya sesuai jumlah, umur dan kebutuhan lele.

  • Upayakan suhu kolam jangan terlalu panas

Suhu ideal dalam kolam paling tidak 28° c.

  • Meminimalisir kolam dari hujan deras agar ph dalam air stabil.

Kondisi ph air yang disarankan berkisar antar 7-8. Dan kadar oksigen dalam kolam kurang lebih  DO (dissolved oxygen) 5 ppm.

Setelah menerapkan beberapa tips dan solusi yang disarankan, diharapkan kematian bibit lele dapat ditekan dan diminalisir agar hasil panen melimpah dan menguntungkan para peternak lele pemula.

Tinggalkan Balasan